Kamis, 26 Januari 2012

The Passion Of Jesus a.s

Pendahuluan Beberapa Fatwa Ulama Besar
Berkenaan topik penyaliban Isa a.s., memang berkembang beberapa pemahaman.
  1. Kristiani beranggapan bahwa Yesus wajib wafat ditiang salib (karena inilah inti dari ajaran penebusan dosa).
  2. Yahudi juga berkeinginan untuk membunuh Yesus (Isa a.s.) karena dia adalah hamba yang terkutuk.
  3. Muslim (sebagian besar) beranggapan bahwa Isa a.s. dihindarkan dari hukuman salib dan orang lainlah yang dikorbankan, dan kemudian Isa a.s. naik kelangit dengan jasmaniyahnya (untuk hal ini sepemahaman dengan keyakinan umat kristiani).
Semoga saya diberi karunia oleh Allah SWT untuk bisa membuat rangkaian tulisan yang panjang ini dengan berdasarkan dalil-dalil yang dapat dipertanggung jawabkan, amin.
Kali kesempatan pertama ini, sebagai rasa hormat saya kepada Institusi Al Azhar, maka ijinkan saya untuk mengutip tulisan/pendapat Syeikh Mahmoud Shaltout (Rektor Universitas Al Azhar Cairo, Mesir). Pendapat beliau ini adalah berkenaan apakah Isa a.s. sudah wafat atau masih hidup (naik ke langit). Karena panjangnya tulisan beliau maka saya hanya akan mengutip beberapa pokok tulisan beliau.
Beliau mengutip ayat 117 dari surah Al Maidah, dan dalam ayat ini ada kata "tawaffaytani" yang maknanya adalah mewafatkan. Dan beliau dalam
mengartikan kata tawaffaytani ini juga merujuk kepada ayat 32:11, 4:97, 8:50. Kemudian Syeikh Syaltot menulis : "Oleh sebab itu adalah masuk akal, bahwa perkataan tawaffaytani yang disebut di atas sehubungan dengan Nabi Isa a.s. (Yesus) dalam surah Al Maidah (117) akan bermakna kematian alami secara wajar yang orang-orang memahami dan yang orang-orang berbahasa Arab mengerti dariteks dan konteks hubungan kedua-duanya. Maka jika kita ambil ayat ini menurut makna yang asli dan sesuai haruslah disimpulkan bahwa Nabi Isa (Yesus) wafat dan tak ada dalil yg menguatkan anggapan bahwa beliau masih hidup dan kematian tidak terjadi pada beliau. Juga tidak beralasan untuk mengatakan bahwa perkataan mati, wafat, dalam ayat itu bermakna bahwa beliau akan wafat sesudah turun dari langit menurut pendapat yang tersebar bahwa beliau hidup di langit dan akan turun menjelang akhir dunia. Ini disebabkan ayat itu berbicara dalam istilah yang jelas mengenai hubungan beliau dengan kaum beliau sendiri, bukan kepada kaum lain yang akan ada menjelang hari kiamat dan bukan dengan mereka yang difahami sebagai umat Muhammad saw serta bukan kaum Nabi Isa (di masa datang)." (Al Majallah, Kairo Mesir)
Demikian pula dalam Tafsir Al Azhar Prof Hamka menulis : "Adapun Ulama Indonesia yang menganut faham seperti demikian dan menyatakan pula faham itu dengan karangan ialah guru dan ayah hamba Dr. Syaikh Abdulkarim Amrullah di dalam bukunya al Qaulush Shahih, pada tahun 1924. Beliau menyatakan faham beliau bahwa Nabi Isa meninggal dunia menurut ajalnya dan diangkat derajat beliau di sisi Allah, jadi bukan tubuhnya yang dibawa ke langit".
"Sayid Rasyid Ridha, sesudah menguraikan pendapat-pendapat ahli tafsir tentang ayat yang ditanyakan ini, mengambil kesimpulan; "Jumlah kata tidaklah ada nash yang shahih (tegas) di dalam Al Qur'an bahwa Nabi Isa telah diangkat dengan tubuh dan nyawa ke langit dan hidup di sana..."

Penangkapan dan Pengadilan
 
Isa a.s. (yesus) yang sudah mengetahui akan rencana penangkapan akan diri beliau, menjelang penangkapan beliau bersama murid beliau pergi ke bukit Getsmani. Di sana beliau berdoa dengan penuh ratap sangat pilu memohon keselamatan dari hukuman salib (kematian terkutuk).

"Dan mulailah ia merasa sedih dan gentar. Lalu katanya kepada mereka, "Hatiku sangat sedih seperti mau mati rasanya..." Maka ia maju sedikit, lalu sujud, dan berdo'a, katanya, "Ya Bapaku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan (kematian) ini lalu dari padaku, tetapi janganlah seperti yang kuhendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki".
(Injil Matius 26: 37-39).
 
"la sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdo'a; peluhnya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah". (Injil Lukas 22 : 44).
 
Nabi Isa a.s. menangis bukan karena takut melainkan menyesali apa yang diperbuat oleh kaum Yahudi karena semata-mata kebencian dan purba sangka kepada beliau dan hendak membuktikan bahwa beliau adalah seorang pendusta dengan kematian terkutuk di tiang salib.
Kaum Yahudi yang dimotori oleh para Ulama Yahudi mengadukan Isa a.s. kepada Pilatus (Gubernur) agar ia menangkap dan mengadili Isa. Namun sebenarnya Pilatus enggan untuk menangkap Isa a.s. dan berkata :

 "Aku tidak mendapati kesalahan apa pun padanya" (Injil Yohanes 18 : 38).
 
Kecewa karena Pilatus membela Isa a,s, maka para Musuh Isa a.s. mengancam akan mengadukan sikap Pilatus kepada Kaisar. Mereka berkata :

"Jika engkau membebaskan dia, engkau bukanlah sahabat Kaisar....." (Injil Yohanes 19:12)
 
Pilatus sebenarnya merasa dan mengetahui bahwa Isa a.s. bukanlah seorang biasa, terlebih-lebih istri Pilatus memperoleh mimpi bahwa Isa a.s. adalah orang yang benar sehingga ia berkata kepada suaminya :

"Jangan engkau mencampuri perkara orang yang benar itu, sebab karena dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam". (Matius 27 : 19).
 
Akhirnya dengan berat hati Pilatus tidak bisa menghindar dari desakan nafsu kaum Yahudi untuk membunuh Isa a.s. : "la harus disalibkan!" Pilatus mengambil air dan membasuh tangannya. Di hadapan orang banyak dan berkata,

"Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri".
(Injil Matius 27 : 23-24).

Hakikat Hukum Salib (shalb)
Hukuman salib adalah hukuman yang terkenal dan lazim digunakan oleh bangsa-bangsa tertentu zaman dahulu. Orang Romawi sebenarnya tidak pernah menggunakan hukuman salib untuk bangsa mereka sendiri melainkan menerapkannya pada bangsa­bangsa jajahan mereka untuk menghukum orang-orang yang dianggap memberontak kepada Kaisar.
Salib atau shalb berasal dari kata ash-shaliib yang berarti sumsum atau lemak. Dalam bahasa Arab dikatakan ash-haabush-shulubi, yakni orang-orang yang mengumpulkan al­'idhaama (tulang) dan mengeluarkan sumsumnya serta mencampurkannya. Di dalam Al Qur'an dikatakan,

"yakhruju min bainish shulbi wat taraaib"
(keluar dari antara tulang belakang yang paling bawah dan tulang-tulang dada
- QS 86:7).

Dalam ayat yang lain dikatakan,

"Wa ammal aakharu fasyushlabu fatakuluth-thairu min rasihii"
(Dan adapun mengenai yang lain, ia akan disalibkan, burung-burung akan memakan sebagian dari kepalanya - QS 12:41).

Jika kita meneliti asal dan makna kata yang terbentuk dari huruf sh-l-b (shalb) maka artinya adalah tulang atau sumsum.

Prosesi hukuman shalb (salib) itu adalah prosesi hukuman mati yang perlahan-lahan, dan biasanya memakan waktu sampai dengan tiga hari hingga ajalnya tiba. Terhukum akan dipaku ke dua tangannya di tiang salib, dikarenakan berat tubuhnya maka si terhukum akan mengalami kesulitan nafas karena terhimpit paru-parunya hingga akhirnya hal ini akan mempercepat kematian. Oleh karena itu untuk menambah penderitaan (memperlama proses kematian) maka pada telapak kaki diberikan sandaran papan di kakinya dipakukan kepada papan tersebut (sehingga dengan kaki ini terhukum dapat berdiri menyangga tubuh). Terhukum akan dibiarkan menderita haus dan rasa sakit bahkan gangguan dari mangsa hewan liar. Pamungkas dari proses kematian ini adalah dipatahkannya tulang-tulang kaki (shalb-salib/patahkan tulang mengeluarkan sumsum) yang akan mempercepat kematian. Inilah hukuman salib (pematahan tulang dan sumsum di pancang / tiang kayu). Jadi seseorang yang hanya mengalami pemakuan di tiang kayu namun tidak mengalami pematahan tulang dan sumsum maka tidak bisa dikatakan telah di hukum salib.
Inilah arti dan prosesi hukuman shalb (salib), dan pada artikel berikutnya kita akan melihat apakah Nabi Isa. a.s. mengalami hukuman shalb (salib)

Misi Rahasia Menyelamatkan Isa a.s. (Yesus)

 
Pilatus secara rahasia menolong Isa dengan menetapkan hari hukuman salib pada Jum'at siang (jam 12 siang) (Matius 27 : 46), dan pada jam 3 sore (jam 15) Isa diturunkan dari Tiang Salib dengan kondisi tampak "Mati". Seperti yang telah lazim bahwa hukuman salib adalah hukuman mati secara perlahan (umumnya 3 hari) dan belum pernah ada yg mengalami kematian dalam hitungan jam. Lalu mengapa Isa diturunkan padahal baru 3 jam (nampak tergesa-gesa)?
 
Jawabannya karena dalam Taurat ada tertulis hukum :

"Maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk o(eh Allah, janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan Tuhan Allahmu kepadamu menjadi milik pusakamu" (Ulangan 21:23).
 
Jadi dikarenakan menurut hitungan hari Yahudi bahwa Hari Raya Sabath telah mulai sejak hari Jum'at petang (jam 18), maka tidak boleh ada najis (mayat orang terkutuk) yang menodai kesucian hari Sabath. Oleh karena itu haruslah tidak boleh ada orang yang terpantek di kayu salib. Maka dari itu Orang Yahudi sendiri yang meminta Isa a.s. diturunkan secepatnya dari kayu salib.
 
Pada saat Isa dihukum salib ada juga dua penjahat yang dihukum berserta beliau, namun tidak seperti Isa, mereka masih nampak segar atau hidup, sehingga bagi mereka diperlakukan cara cepat untuk menghabisi nyawa mereka dan mereka di hukum salib (shalb) dengan mematahkan tulang-tulang kaki mereka (yang menyangga tubuh mereka). Sedangkan bagi Isa a.s. karena pada saat akan diturunkan kondisi beliau nampak terlihat mati maka beliau tidak dihukum salib (shalb - pematahan tulang-tulang). Hal ini nampaknya merupakan perwujudan dari ramalan suci (nubuatan) :

"la melindungi segala tulangnya, tidak satu pun yang patah". (Mazmur 34 : 21).

Sedangkan bagi perajurit Romawi alasan mereka tidak mematahkan tulang belulang Isa a.s. adalah karena Jasad Isa a.s. nampak seperti yang sudah mati :

"Melihat bahwa ia telah mati, mereka tidak mematahkan kakinya" (Yohanes 19 : 33).
 
Perlu diperhatikan bahwa dasar yang menyatakan bahwa Isa mati itu adalah hanya atas Melihat, tidak mendekati, apalagi menyentuh, sehingga bisa dipastikan lebih jauh apakah masih berdenyut nadinya alias mati sungguhan atau tidak? Karena hanya sekedar melihat itu tidak pasti dan inilah pangkal keragu-raguan Orang Yahudi kelak bahwa mereka sendiri tidak yakin bahwa dalam waktu tiga jam tersebut dan tanpa hukum shalib mereka telah memutuskan ajal Isa (membunuh Isa). Hal ini berhubungan dengan ucapan Isa sebelum dihukum,

"Kamu akan melihat dan melihat, namun tidak merasa" (Matius 13:14).
 
Ketika Yohanes berkata bahwa tentara itu melihat, bahwa maksudnya mereka menduga bahwa Isa telah wafat. Jadi inilah cara Allah untuk menolong Isa. Dengan menserupakan beliau nampak seperti yang telah wafat dan hanya membiarkan tentara Romawi hanya melihat dan menduga-duga.
Allah menyelamatkan Isa a.s. dalam kondisi pingsannya dengan menampakan kepada Tentara Romawi dan Orang Yahudi bahwa mereka melihat Isa seperti dalam kondisi mati. Karena itulah tentara Romawi tidak mematahkan tulang sumsum Isa a.s.. Setelah tubuh Isa telah diturunkan dari tiang maka untuk memastikan Isa telah wafat maka seorang Tentara Romawi menggoreskan lembing nya ke sisi rusuk tubuh Isa a.s. dan setelah melihat tidak adanya respon gerakan dari tubuh Isa maka ia yakin bahwa Isa telah wafat. Namun....sebenarnya tidak demikian.
 
"Hanyalah seorang lasykar menikam rusuk Yesus dengan tombaknya, maka sekejap itu juga mengalir keluar darah dengan air" (Yahya 19 : 34).

Adalah rahmat Allah SWT yang telah membuat tubuh manusia (Isa a.s.) pingsan karena menahan rasa sakit dan letih. Seseorang yang berada dalam kondisi pingsan mengakibatkan peredaran darahnya menjadi lamban dan tidak lancar. Dengan adanya pelukaan akibat goresan ujung lembing membuat peredaran darah lancar kembali dan memancarlah darah
keluar, perlu diperhatikan bahwa hal ini (darah mengalir) hanya dapat terjadi pada tubuh yang mana jantungnya masih berdenyut (masih hidup). Dan perlu diperhatikan kata "Sekejap Itu Juga" menandakan bahwa darah memancar dengan cepat yang mana hal itu menunjukan bahwa sebenarnya Yesus/Isa masih hidup manakala diturunkan dan hanya pingsan (yang disangka telah mati oleh Yahudi dan Orang Romawi). Dr. W.B. Primrose, seorang ahli anastesi RS. Royal Glasgow dalam tulisan beliau dalam harian "Thinker Digest" mengatakan,

"Bahwa air tersebut disebabkan oleh adanya gangguan syaraf pada pembuluh darah lokal akibat rangsangan yang berlebihan dari proses penyaliban".
 
Perlu dicari tahu bahwa selain karena rasa sakit apakah gerangan yang membuat Isa jatuh pingsan dalam waktu yang singkat itu?
 
Adalah rahmat Allah SWT menjadikan Isa pingsan karena menahan sakit, perih, dan lelah dari hukuman tiang salib, namun disaat yang sama dua orang penjahat yang turut dihukum masih nampak siuman, lalu sebab apakah Isa dalam waktu kurang dari tiga jam sudah jatuh tak sadarkan diri?
Jawaban yang logis bisa kita telusuri, pada Yohanes 19: 29-30 tertulis :

"Di situ ada suatu benda penuh anggur asam (tertulis Vinegar-bukan wine). Maka mereka mencucukan bunga karang yang telah dicelupkan dalam anggur asam pada sebatang hyssop (tanaman semak yang harum untuk obat) lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus. Sesudah Yesus meminum anggur asam berkatalah ia :"sudah selesai", lalu ia menundukan kepalanya dan menyerahkan nyawanya".

Adakah Vinegar ini telah berpengaruh kepada Yesus?
 
Vinegar memiliki efek stimulasi yang sementara sebagaimana obat amonia yang dicium dan bahkan dipakai untuk menstimulasi budak-budak pengayuh perahu kapal. Memberikan anggur yang dibumbui dengan Myrrh atau kemenyan kepada orang yang akan dihukum mati sebagai usaha untuk menghilangkan rasa sakit (efek narkotik) adalah sesuai dengan kebiasaan Yahudi, seperti yang tertulis :

"Dia yang dieksekusi diberi sedikit kemenyan dicampur anggur dalam piala sehingga dia kehilangan kesadaran"
(Sahn 43 - Kitab Talmud).
 
Pada saat menjelang penyaliban Serdadu Roma bukan saja membolehkan pemberian minuman narkotik ini bahkan salah satu dari mereka terbukti membantu meminumkannya pada Yesus (Matius 27:48, Markus 15:36, Lukas 23:36, Johanes 19:29).
Vinegar yg disebutkan dalam Injil dalam bahasa Latin disebut Acetum/Acidus/Acere/Acida. Dalam budaya Persia dan Timur Tengah umumnya mengenal Minuman persembahan suci (Haoma Drink). Haoma Drink dibuat dari Juice tanaman Asclepias Acida. Efek minuman ini adalah membuat seseorang menjadi koma (mati suri). Varietas asclepias acida ini di Eropa disebut dengan "Swallowwort". Untuk membuat ramuan Haoma Drink ini perlu keahlian agar takarannya tepat dan Orang­orang dari Golongan Yahudi Essene sangat mahir dalam bidang pengobatan/ penyembuhan sangat mengenal ramuan minuman ini. Salah satu efek dari ramuan Swallowwort (Asclepias Acida) ini adalah Extreme sweating and a dry mouth, dan ini sesuai dengan apa yang di alami oleh Isa,

"Yesus mengatakan: "Saya haus" (Yohanes 19:28).
 
Jadi para murid rahasia Yesus (Isa) dari golongan Essenes bekerja sama dengan Pilatus telah memberikan Haoma Drink ini kepada Isa a.s. sebelum beliau di paku di tiang salib dan ini merupakan rencana rahasia untuk menolong Isa. Dan akibat dari ramuan inilah beliau menjadi koma (mati suri) di tiang salib.
 
Setelah kita mengetahui apa sebab Yesus (Isa) mengalami pingsan yang demikian cepat dalam kurun waktu tiga jam di tiang salib, kini saya ingin mengajak anda kembali pada saat tubuh Isa masih berada di tiang salib.
 
Meski Injil menerangkan dengan berbeda-beda namun adalah suatu kepastian bahwa pada saat menjelang jam 15 (3 sore) terjadi gemuruh, guntur, gempa, serta langit pun menjadi gelap. Hal ini adalah suatu mukjizat yang mana Allah menampakan gejala alam ini untuk membuat ciut dan takut hati kaum Yahudi yang saat itu berpesta pora disekitar (dekat) lokasi tiang-tiang salib, yang serta merta hati mereka menjadi takut akan kutuk Tuhan atas perbuatan mereka dan lari berhamburan menyelamatkan diri.
 
Peristiwa ini adalah rencana Tuhan yang karenanya para murid "rahasia" Isa (yang bukan 12 orang itu mereka semua melarikan diri karena takut) dapat mendekati tiang salib, menurunkan jasad beliau, dan mengurus beliau a.s. Adalah Nikodemus dan Yusuf Arimatea (murid Isa dari golongan Essenes) yang telah meminta jasad Yesus kepada Pilatus. Nikodemus, Yusuf Arimatea, Maria Magdalena, dan murid-murid rahasia lainnya dari Essenes lah yang menolong dan mengurus jasad Isa a.s. setelah diturunkan dari tiang salib (Markus 15:47). Perlu diingat bahwa kondisi dan situasi saat itu sangat genting, karena jika orang Yahudi mengetahui bahwa Isa masih hidup maka mereka akan mencoba untuk membunuh untuk yang kedua kali.

Yudas sang Pengkhianat

 
Sebagian orang percaya bahwa telah terjadi pensamaran wajah antara Yesus (Isa) dan murid beliau yang berkhianat yaitu Yudas Iscariot. Hal ini sangat menarik sekali untuk diteliti bahwa apakah benar Allah telah merubah sedemikian rupa wajah Yudas menjadi wajah Isa? Agak aneh bahwa bagi seorang Kristolog senior seperti Ahmed Deedat sama sekali tidak menyinggung peristiwa ini.
 
Kita bisa melakukan penyelidikan dari beberapa sudut. Pertama dari keterangan Injil, ke dua dari Al Qur'an, dan ketiga dari sunatullah.
 
Memang benar bahwa Yudas telah berkhianat kepada Yesus dengan imbalan 30 keping perak untuk memberitahukan dimana Yesus berada, namun perlu diingat bahwa sejak ditangkapnya Yesus maka Yesus selalu berada dalam (ditengah-tengah) kawalan tentara Romawi dan orang-orang Yahudi sejak penangkapan, pengadilan, hingga eksekusi. Sehingga jika ada switch face maka tentu akan ada kegemparan dimana ditemukan dua Yesus. Lagi pula tidak ada keterangan dalam injil atau riwayat dari kalangan Israil bahwa Yesus yang tertangkap itu berteriak-teriak

"Aku Yudas !!!...Yudas !!! ka!ian ke!iru menangkap !".

Bahkan mengenai Yudas pasca penyaliban diriwayatkan bahwa ia sangat menyesal akan perbuatannya dan mati gantung diri...(Matius 27:5). Mengenai riwayat yang konon berasal dari Injil Barnabas, maka hal ini pun diragukan karena Barnabas sendiri termasuk yang melarikan diri jauh-jauh dari diri Yesus saat peristiwa penangkapan itu terjadi.
 
Dari sudut sunatullah, setiap Nabi mendapatkan ujian masing-masing yang khas dari Allah. Nabi Ibrahim dibakar, Nabi Yusuf di buang ke sumur, Nabi Yunus dibuang kelautan dan dimakan ikan, bahkan Nabi besar kita pun sedemikian terkepung mara bahaya manakala terpojok di dalam sebuah gua sempit sedangkan kaki orang-orang yang ingin membunuhnya nampak di luar gua. Namun semuanya diselamatkan oleh Allah, kesabaran para Nabi dalam menghadapi ujian selalu mendatangkan pertolongan dari Allah, namun tidak pernah Allah menolong dengan cara menggantikan ujian tersebut kepada diri orang lain sehingga bukan sang nabi yang menghadapi ujian namun justru orang lainlah yang mendapatkan ujian tersebut. Rasulullah saw adalah nabi yang paling banyak mendapatkan mara bahaya namun tidak pernah kita mendengar riawayat bahwa Allah telah menolong beliau saw dengan merubah wajah seseorang serupa dengan wajah beliau saw. Pertolongan Allah bekerja dengan cara yang latief (halus) melalui ujian, kesabaran, dan keteguhan dari sang Nabi dan para murid (sahabat)nya.
 
Dari sudut bahasa perkataan syubbiha lahum bukan berarti Nabi Isa disamarkan (diganti) dengan orang lain, hal ini tidak tepat karena sebelum lafad syubbiha tidak disebut nama seseorang yang telah diserupakan dengan nabi Isa, padahal disini ada lafad syubbiha yang majhuwl dan dalamnya ada damir mufrad yang mustatir. Dan menurut hukum nahu damir itu harus terdahulu sebutannya dengan lafad atau makna atau hukum. Dan apabila nabiul fa'il kata syubbiha disebutkan maka itu akan berarti bahwa Nabi Isa lah yg diserupakan wajahnya menjadi rupa orang lain, bukan orang lain yang diserupakan menjadi wajah nabi Isa. Ringkasnya bukanlah rupa beliau yang disamarkan dengan orang lain, melainkan keadaan (kondisi) beliaulah yang diserupakan/samarkan seolah-olah telah mati.
 
Ringkasnya riwayat bahwa yang disalib adalah Yudas adalah tidak bersesuaian baik terhadap injil, Al Qur'an, Sunatullah, tata bahasa, maupaun sejarah. Dan jika riwayat ini diterapkan maka akan banyak kegelapan akan sejarah Nabi Isa a.s. Oleh karena itulah orang-orang yang memegang faham ini tidak dapat menemukan jawaban atau hal yang terang benderang mengenai riwayat "perjuangari" suci Nabi Isa a.s. dan argumentasi mereka senantiasa berakhir pada ucapan "wallohu 'alam".
 
Selanjutnya bagaimanakah proses penyelamatan rahasia Nabi Isa a.s. oleh para murid beliau?
 
Ointment of Jesus (Marham/Salep Isa)

 
Dengan amat menjaga kerahasiaan misi penyelamatan, Yusuf Arimatea dan Nikodemus juga Magdalena membawa jasad Isa yang telah dibungkus dalam kain kafan menuju ruang kubur (gua) dan meletakan beliau di sana serta menutup pintu kubur dengan batu.
 
Yusuf dan Nikodemus adalah kaum Essenes yang terpelajar khususnya dibidang ilmu pengobatan. Merekalah yang merawat dan mengolesi tubuh Yesus dengan salep obat untuk menyembuhkan luka-luka akibat hukuman. Mereka membawa banyak sekali ( 100 Pounds ) rempah-rempah obat myrr dan gaharu untuk diurapi (dilulurkan) ke tubuh Yesus yang terluka (Yohanes 19:39). Perlulah diperhatikan, apalah gunanya obat rempah ini untuk seorang yang sudah wafat? Bagi seorang Yahudi yang wafat adalah tidak boleh hukumnya disentuh-sentuh apalagi dilulur, menurut adat Yahudi haruslah jenazah dikuburkan apa adanya. Namun para murid rahasia Yesus benar-benar mengetahui bahwa beliau masih hidup bahkan mereka sendiri yang menurunkan tubuh Yesus dari tiang salib, jadi hal ini memang menunjukan telah dipersiapkannya suatu rencana rahasia oleh para sahabat (murid) rahasia Yesus untuk menyelamatkan Yesus.
 
Oinment of Jesus alias marham Isa (salep Isa) sangat mahsyur sekali, mengenai salep obat ini banyak sekali pustaka pengobatan kuno baik yang berbahasa Ibrani, Persia, Yunani, dan Arab yg memuat perihal salep yang memiliki daya sembuh atas luka ini, dan diakui bahwa riwayat salep ini adalah pada awalnya untuk mengobati luka-luka Yesus/Isa a.s. Mengenai Marham Isa ini terdapat di Kitab Kuno Qanun karya Bapak Kedokteran Abu Sina (Aviciena) dan banyak lagi (bisa dilihat langsung di  www.tombofjesus.com/Ointment.htm).
 
Demikianlah Jasad Yesus yang telah dilulur oleh obat rempah ditidurkan di dalam ruang kubur (gua) dan berada dalam perawatan dari murid-murid rahasia beliau.
Yesus bangkit = Tanda Nabi Yunus a.s.

 
Seperti kita ketahui bersama bahwa Isa a.s. diturunkan dari tiang salib pada Jum'at petang dan diselamatkan serta dimasukan ke dalam gua kubur oleh para murid rahasia beliau sekitar jum'at malam (malam sabtu), dan sejak itu mendapatkan perawatan secara rahasia dari para murid-murid beliau dari golongan Essene.
 
Pada hari minggu pagi Maria Magdalena berjalan sendirian menuju kubur gua Isa (Markus 16 : 9 dan Yohanes 20 :1). Untuk apa Maria pergi ke sana? Jawabannya adalah untuk meurapi (melulur, meminyaki) Isa (Markus 16 : 1). Meminyaki dalam bahasa Yahudi disebut "Masaha" artinya mengusap, memijati. Jika Yesus dipercaya telah wafat, maka apa gunanya memijit/mengusap jenazah? Apa gunanya memijat tubuh mayat yang sudah mengalami proses pembusukan? Jadi hal ini membuktikan bahwa Isa a.s. memang hidup manakala diturunkan dari tiang salib dan oleh para murid rahasia beliau dirawat dengan berbagai rempah obat. Jadi Maria Magdalena pergi ke kubur Yesus adalah untuk mengobati tubuh beliau.
 
Manakala Maria tiba dikuburan, dia terkejut karena melihat batu penutup pintu kubur sudah bergeser (terbuka), dan di dalam gua kubur tubuh Yesus sudah tiada. Beliau bertanya dalam hati siapa gerangan yang telah menggeser batu? Orang Nasrani percaya bahwa Yesus telah bangkit dari matinya, perlu ditanyakan untuk apa hantu yg bangkit dari matinya menggeser batu, karena bagi ruh, spirit, atau hantu dia dapat bergerak melintasi materi apapun tanpa hambatan, jadi kenapa spirit harus menggeser batu? Jadi inilah kesalahan orang Nasrani yang menganggap Yesus wafat di salib (untuk menebus dosa) dan bangkit dari matinya. Yang sebenarnya adalah Yesus (Isa) sembuh dan siuman serta bangun dan berjalan ke luar kubur, sudah barang tentu sebagai manusia biasa dia harus menggeser batu untuk dapat keluar dari gua kubur.
 
Perhatikanlah, peristiwa ini adalah penggenapan atas apa yang telah dikatakan oleh Yesus (Isa) jauh sebelum peristiwa penyaliban. Manakala orang-orang Yahudi tetap tidak mau mengerti dan menerima misi kerasulan beliau, dan orang-orang Yahudi itu tetap meminta tanda-tanda ajaib kepada Yesus. Yesus menjawab :

"Apabila orang banyak datang berkerumun kepadanya, mulailah Yesus bertutur demikian : "Adapun bangsa ini ialah suatu bangsa yang jahat; ia menuntut suatu tanda ajaib, tetapi tiadalah akan diberi tanda lain padanya, melainkan tanda ajaib Nabi Yunus. Karena sama seperti Yunus menjadi suatu tanda ajaib kepada orang Ninewe, sedemikian juga anak manusia kepada bangsa ini". (Lukas 11 :29-30).
 
"Karena sama seperti Yunus di dalam perut ikan raya tiga malam lamanya, demikian anak manusia akan ada di dalam hati bumi kelak tiga hari tiga malam lamanya" (Matius 12:40)
 
Perlu sangat diperhatikan bahwa Yesus menyebut dirinya ANAK MANUSIA, jadi sangat aneh kalau orang Nasrani menganggap beliau sebagai putera Allah.
 
Jadi bagi orang Yahudi tiada tanda ajaib akan diberikan kecuali tanda ajaib yang seperti mukjizat Nabi Yunus. Bagaimanakah tanda ajaib Nabi Yunus itu? Seperti kita ketahui bahwa Nabi Yunus diutus oleh Allah, dan seperti yang terdapat dalam riwayat Al Qur'an dan Injil bahwa Nabi Yunus berlayar dengan sebuah kapal, ditengah Samudera datang badai dan orang-orang dikapal percaya bahwa untuk membuang sial maka harus ada satu orang yang dilemparkan kelaut. Singkat cerita Nabi Yunus lah yang dilemparkan ke laut dalam kondisi HIDUP. Dan di laut Nabi Yunus ditelan oleh Ikan Paus dan masuk ke dalam perut Ikan, apakah beliau mati? Tidak! Karena di dalam perut ikan Nabi Yunus berdo'a, apakah orang yang telah mati perlu berdo'a mohon selamat? tentu tidak. Setelah tiga hari tiga malam di dalam perut Ikan, maka Ikan itu memuntahkan keluar Nabi Yunus dari dalam perutnya, apakah dalam keadaan mati? tidak! beliau tetap HIDUP, dan beliau menemui orang Ninewe dan mereka pun menerima Nabi Yunus.
 
Jadi perhatikanlah tanda ajaib Nabi Yunus a.s. beliau di hukum dalam keadaan HIDUP (tidak diganti oleh orang lain), di dalam perut ikan dalam keadaan HIDUP, dan keluar dari perut ikan dalam keadaan HIDUP. Inilah tanda ajaib (mukjizat) yang sama yang akan di alami Yesus (Isa), Yesus dihukum dalam keadaan HIDUP (tidak digantikan oleh orang lain), beliau di masukan ke dalam perut bumi (gua kubur) dalam keadaan HIDUP, dan beliau siuman dari pingsan dan keluar dari perut bumi (gua kubur) dalam keadaan HIDUP.
 
Dan sebagaimana Nabi Yunus a.s. menemui umat beliau di Ninewe dan mereka menerima beliau, demikian juga Nabi Isa menemui murid beliau dan mencari domba­domba (suku/tribes) Israil yang tersesat di luar kandang (pada saat zaman Yesus lahir hanya ada 2 suku Israil di Yerusalem sedang ke -10 suku Israil yang lain berada di negeri-negeri di luar Yerusalem). Mengenai hal ini akan saya jelaskan pada tulisan yang lain.
 
Sampai di sini gugurlah sudah modal orang Nasrani yg mempercayai Yesus (harus) mati di tiang salib untuk menebus dosa-dosa, dan bangkit lagi dari matinya.

Menemui Murid-murid & menunjukan luka-luka
 
Seperti telah saya jelaskan bahwa Maria Magdalena yang datang bermaksud untuk merawat Isa terkejut karena melihat pintu batu gua telah bergeser dan mendapati Isa sudah tidak ada di dalamnya.
 
Isa tidak pergi kemana-mana, ia masih ada disekitar pekuburan itu (dengan menyamar sebagai tukang kebun) dan melihat Maria Magdalena yang kebingungan. Beliau menghampiri dari belakang dan berkata,

" Ibu mengapa engkau menangis, siapa yang engkau cari?
" (Yohanes 20 : 15).
 
Maria Magdalena tidak mengenali Yesus yang menyamar sebagai tukang kebun itu,

"Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepadanya" (Yohanes 20:15).
 
Mengapa Yesus harus menyamar? Karena beliau mengetahui jika orang Yahudi mengetahui keberadaannya maka mereka akan menangkap kembali dan mencoba membunuhnya lagi. Bagi seseorang yang telah mati, untuk apa takut mati lagi? Ini adalah alasan sangat logis bahwa Yesus/Isa memang tidak terbunuh di tiang salib, dan belum wafat.
 
Yesus sendiri mengatakan bahwa bagi seseorang hanya akan mengalami satu kematian bukan dua,

"dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi" ( Ibrani 9:27).
 
Maria masih tidak mengenali Yesus sampai Yesus menyebut namanya, barulah ia mengenal (dari cara Yesus menyebut namanya) bahwa tukang kebun ini rupanya gurunya, gembira lah dia dan langsung ingin merangngkul gurunya. Namun Isa a.s. berkata,

"Janganlah engkau memegang aku". (Yohanes 20:17).

Kenapa Maria tidak boleh menyentuhnya? Pertama karena tubuh beliau meski sudah pulih tentu masih mengalami nyeri, dan kedua beliau tidak ingin ada orang lain yang mencurigai penyamarannya. Dan Yesus menjelaskan kepada Maria bahwa beliau bukanlah hantu atau ruh namun beliau masih manusia yang hidup, beliau berkata,

"Sebab aku belum pergi kepada Bapa" (Yohanes 20:17).

Maksud Yesus tak lain adalah Saya belum wafat, saya belum ke alam baqa, atau saya masih hidup.
 
Lalu Isa pergi dan ditengah perjalanan ia bertemu dengan dua orang muridnya yang sedang menuju Emmaus. Dihampirinya mereka oleh Isa dan mereka berjalan bersama­sama sambil bercakap-cakap. Selama perjalan ke dua murid Yesus ini tidak mengenali Yesus, sampai ketika mereka makan bersama dimana kedua murid Isa mengajak Isa untuk turut serta makan bersama.

"Waktu ia duduk makan dengan mereka, ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya, dan memberikan kepada mereka" (Lukas 24:30).
 
Dari cara Isa mengucapkan berkat dan membagikan makanan barulah tersadar ke dua murid Isa bahwa yang selama ini ada bersama mereka adalah guru mereka, namun manakala mereka menyadari hal ini Isa a.s. telah berlalu dan pergi meninggalkan mereka.
 
Kedua murid Isa menceritakan hal ini kepada murid-murid yang lain namun tentunya tidak seorang pun mempercayai ini, karena bagi mereka guru mereka telah wafat (perlu diingat bahwa murid-murid beliau tidak ada yang berada dekat beliau dan menyaksikan hukuman tiang salib yang beliau jalani).

"Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya". (Markus 16:13)
 
Singkat cerita, Isa menemui murid-murid beliau,

"Datanglah Yesus dan berdiri ditengah-tengah mereka" ( Yohanes 20:19).

Kaum Kristiani percaya bahwa Yesus muncul secara tiba-tiba ditengah murid-murid (seperti awak film Star Trek), kenapa mereka mempercayai hal ini? Karena umat Kristiani mempercayai bahwa Yesus bukan manusia dan bisa melakukan hal-hal yang ajaib. Padahal hal ini tidak benar, kata
"datanglah" itu sendiri menunjukan bahwa Isa tidak muncul tiba-tiba, layaknya seperti ketika anda berkata ,"Ayah datang". Apakah ayah anda muncul tiba-tiba (seperti awak Star Trek)? Yang benar adalah anda melihat ayah anda datang berjalan menghampiri anda.
 
Namun dikarenakan khabar yang mereka dengar selama ini adalah Isa telah meninggal, maka mereka tetap menunjukan ekspresi wajah terkejut, dan takut. Oleh karena itu Isa berkata,

"Kata Yesus kepada mereka,"Damai sejahtera bagi kamu tetapi mereka terkejut dan takut" (Lukas 24: 36-37).

Lihatlah rekasi yg berbeda antara Maria Magdalena dengan para murid Isa manakala melihat gurunya, kenapa? Maria Magdalena bergembira melihat gurunya itu karena memang sedari awal ia mengetahui bahwa gurunya tidak wafat, dan dia setia merawat sang guru. Sedangkan para murid Isa ini mendengar khabar bahwa gurunya telah wafat karena mereka meninggalkan gurunya, bahkan sekarang mereka menyangka Isa sebagai hantu,

"mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu"(Lukas 24:37).
 
Melihat para murid beliau nampak "pucat" karena takut, maka beliau pun menjelaskan bahwa beliau bukan hantu namun manusia yang terdiri dari darah, daging, dan tulang bahkan beliau menunjukan dan menyuruh murid beliau untuk menyentuh bagian­bagian tubuh beliau yg terdapat bekas luka.

"Lalu Yesus bertanya kepada mereka itu : "Apakah sebabnya kamu terkejut? Dan apakah timbul wasangka di dalam hati kamu?" Tengoklah tanganku dan kakiku, inilah aku sendiri. Jamahlah aku, dan lihatlah, karena hantu tiada berdaging dan tu
lang seperti yang kamu lihat ada padaku".
 
"Setelah ia berkata demikian, ditunjukannya kepada mereka itu tangannya dan kakinya" (Lukas 24:38-40)
 
"Lalu ia pun bersabda kepada Tomas : "Ulurkanlah jarimu, lihatlah tanganku, dan ulurkanlah tanganmu serta letakan di rusuk-ku, dan janganlah engkau syak, melainkan yakinlah" (Yahya 20:27)
 
Demikianlah Nabi Suci Isa a.s. telah menemui para murid beliau dan menjelaskan kepada mereka bahwa beliau hidup dan lolos dari kematian terkutuk di tiang salib. Allahu Akbar..!!!..Allah Maha Kuasa menolong hamba-Nya..!!!
 
Meski demikian kondisi beliau belumlah sepenuhnya aman, karena jika keberadaan beliau diketahui oleh kaum Yahudi maka tentu mereka akan mencoba untuk membunuh beliau lagi. Lalu bagaimanakah kisah perjuangan suci beliau a.s. dalam melaksanakan misi kerasulan beliau selanjutnya?

Kemanakah domba-domba Israil yg hilang?

 
Sebelum kita lanjutkan perjalanan kita menelusuri perjuangan suci Nabi Allah Isa a.s. maka ada baiknya kita kembali mengingat kepada siapakah Nabi Isa a.s. diutus. Dalam Al Qur'an Allah berfirman :

"Dan (ingatlah) ketika Isa putera Maryam berkata, "Hai Bani Israil sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu (Bangsa Yahudi)". (Ash Shaff :6).
 
Seperti yang dikisahkan dalam Al Qur'an bahwa bangsa Israil terdiri dari 12 suku dan hanya untuk 12 suku (domba) Israil inilah beliau a.s. diutus dan tidak untuk semua bangsa (kaum). Jadi alangkah anehnya jika ada yang berfaham bahwa Nabi Isa israil ini akan turun kembali pada akhir zaman untuk semua umat manusia.
 
"Dan mereka Kami bagi menjadi dua belas suku yang masing-masingnya berjumlah besar" (Al A'raaf 160).
 
"Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israil". (Matius 15:5-6).
 
Mengapa Nabi Isa a.s. menyebut domba-domba Israil yang "hilang"? Nampaknya ini bukan kata yang tiada makna. Jadi haruslah kita membuka kembali lembaran sejarah dan arkeologis bangsa Yahudi. Tanpa berpandukan kepada fakta sejarah maka kita akan tersesat dengan sendirinya.

Sejarah Bangsa Israil
 
Kerajaan Israil berdiri tahun 1020 SM. Di pimpin oleh tiga orang raja-nya, yaitu :
1.   Saul (1020 SM - 1000 SM)
2.   Daud / David (1000 SM - 961 SM)
3.   Sulaiman / Solomo (961 SM - 922 SM)
 
Namun sejak sepeninggalan Nabi Sulaiman, kerajaan Israil terpecah menjadi dua yaitu kerajaan Israil Utara (Samaria) dan kerajaan Israil Selatan (Yudea-Yerusalem).

Kerajaan Israil Utara terdiri dari 10 suku Israil, yaitu :
 
1. Ruben
2. Simeon
3. Lewi
4. Isakhar
5. Zebulon
6. Dan
7. Yusuf
8. Naftali
9. Gad
10. Asyer
 
Dan dipimpin oleh raja pertamanya yaitu Jerobeam (922 SM - 901 SM), dan raja terakhirnya Hosea (732 SM - 724 SM).
Kerajaan Israil Selatan (Yerusalem) terdiri dari 2 suku, yaitu :
1. Yehuda
2. Benjamin
 
Dan dipimpin oleh raja pertamanya yaitu Rehobeam (922 SM - 915 SM), dan raja terakhirnya Zedekia (597 SM - 587 SM).
 
Pada tahun 721 SM, Kerajaan Asyria yang saat itu dipimpin oleh Raja Shalmanesar menyerbu dan menaklukan kerajaan Israil Utara yang saat itu di pimpin oleh Raja Hosea (Raja terakhir Irail Utara). Oleh Raja Assyiria ke 10 suku Israil yang tinggal di tawan dan di bawa keluar tanah air mereka menuju Assyiria. Diceritakan dalam Kitab Nabi Edras (Nabi Idris a.s.) bahwa 10 suku Israil ini melarikan diri dari syiria namun tidak menuju ke tanah air mereka namun bermigrasi ke timur jauh ke suatu negeri yang bernama Asareth (Nazara atau Azara). Sehingga sejak tahun 721 SM di Samaria sudah tidak terdapat satu pun suku Israil.
 
Pada tahun 603 SM dominasi kekuatan Assyiria direbut oleh kerajaan Babylonia. Dan pada tahun 587 SM Yerusalem dihancurkan oleh raja Nebukadnezar. Dan seperti Raja Assyiria, Raja Nebukadnezar pun menawan dan membawa keluar 2 suku Bani Israil yang ada di Yerusalem ke Babylonia, Media (Persia), dan Ghaur (kawasan pegunungan Afghanistan).
 
Dan pada periode 538 SM - 332 SM Kekuatan Babylonia direbut oleh Kerajaan Persia oleh Raja Cyrus dan pada era tersebut ke 2 suku Bani Israil kembali menuju tanah air mereka di Yerusalem.
 
Dari fakta sejarah ini dapatlah kita ketahui bahwa hanya ada dua "domba" yang tinggal di kandang, sementara 10 "domba" Israil yang lain tersebar di negeri-negeri Timur sepanjang Syam (Syiria), Persia, Afghanistan, kasymir (Hindustan Utara), bahkan hingga Tibet(perbatasan Cina).
 
Sekarang sudilah pembaca yang budiman merenungkan kembali misi kerasulan Yesus (Isa) a.s. bahwa beliau ditugaskan untuk seluruh 12 suku Israil. Sedangkan kita mengetahui bahwa semenjak beliau lahir sampai dengan beliau di hukum di tiang salib beliau selalu berada di Yerusalem (Israil). Itu artinya selama periode itu Nabi Isa a.s. baru menyampaikan tugas risalah beliau kepada 2 suku Israil. Lalu jika beliau naik ke langit maka bagaimana beliau bisa merampungkan tugas kerasulan beliau? Bagaimana beliau mempertanggung jawabkannya kepada Allah? Apakah Allah akan membiarkan 10 suku Israil yang lain tanpa bimbingan Nabi nya selama 2000 tahun lebih?
 
Jadi inilah misteri fakta sejarah yang selama ini ditutup-tutupi, demi menyebarkan pemahaman bahwa Isa a.s. naik ke langit, demi mendukung bahwa Yesus anak Allah yg naik ke syurga. Namun di sisi lain hal ini membuktikan bahwa beliau a.s. memang pergi secara diam-diam meninggalkan Yerusalem untuk mencari domba-domba Israil yang ada di negeri-negeri timur.

 
Jejak Bangsa Israil di negeri-negeri Timur
(Fakta Sejarah)


 
Dalam Matius 2:2, dikatakan bahwa Bintang yang menjadi tanda lahirnya Isa a.s. nampak di Timur, dan orang-orang Bijak dari negeri-negeri Timur yang mengerti akan tanda bintang ini melakukan perjalanan jauh ke arah bintang di barat dimana terdapat negeri kelahiran Isa a.s. (Nazareth). Orang-orang dari negeri timur manakah yang mengerti akan tanda bintang mengenai kelahiran seorang Nabi Israil? Apakah sembarang orang timur? Ataukah orang-orang Israil yang menetap di negeri-negeri timur? Hanya orang-orang Israil lah yang mengerti dan menunggu-nunggu tanda-tanda yang ada dalam nubuatan Israil. Jadi hal ini sendiri sudah membuktikan bahwa bintang tanda kelahiran seorang Nabi Israil juga nampak dan ditampakan oleh Allah kepada bangsa-bangsa Israil yang berada di negeri timur nun jauh.
 
Beberapa Bangsa di timur yang mana terdapat jejak bangsa Israil antara lain :
 
A. Bangsa Chazar
 
Berdasarkan penilitian arkeologi bangsa ini terbentuk dari asimilasi suku asli setempat yaitu suku Turki Kuno dengan suku pendatang yaitu Yahudi. Suku ini menempati kawasan di Asia Barat.
 
B. Bangsa Afghan
 
Kesaksian sejarah dari Kitab Sejarah Islam antara lain :
 
Dalam Kitab Tabqat e Nasri yang mencantumkan penaklukan Afghanistan oleh Jengis Khan, di dalamnya tertulis bahwa pada zaman Dinasti Syabnisi, di sana tinggal suatu kaum yang disebut Bani Israil, sebagian dari mereka adalah Saudagar. Orang-orang ini pada tahun 622 M (pada zaman Rasulullah saw) menetap di kawasan Herat. Sahabat Khalid ibn Walid r.a. datang menemui mereka dan menyeru mereka kepada Islam. Lima atau enam kepala suku mereka ikut serta dengan Khalid menemui Rasulullah saw, diantar kepala suku tersebut adalah Qes (Kish/Kisy). Orang-orang ini akhirnya menerima Islam dan ikut bertempur bersama Rasulullah saw. Rasulullah memberi nama baru kepada Qes yaitu Abdul Rasyid dan memberikan nama julukan dengan nama dari Ibrani yaitu Pathan.
 
Dalam Kitab Majma'ul Ansab, Mullah Khuda Dad menulis, Bahwa Putra sulung Yakub adalah Yehuda, putra Yehuda adalah Usrak, putra Usrak adalah Aknur, Puta Aknur adalah Ma'alib, putra Ma'alib adalah Farlai, putra Farlai adalah Qes, putra Qes adalah Thalut, putra Thalut adalah Armea, dan putra Armea adalah Afghan dan anak keturunannya adalah bangsa Afghan. Afghan hidup sezaman dengan Nebukadnezar. Generasi ketururunan ke 34 dari Afghan barulah lahir Qes yang hidup sezaman dengan Rasulullah saw yang kemudian memeluk Islam.
(Termuat dalam buku A Nature of a Visit to Ghazni, Kabul, and Afghanistan, by G.T. Vigne : 1840).

 
Dalam Kitab sejarah Makhzan e Afghani oleh Khawaja Ni'matullah Herati yang ditulis pada tahun 1018 Hijriah, diterjemahkan oleh Prof. Bernhard Doran dari Kharqui University, terbitan London tahun 1836, kita dapati bahwa Bangsa Afghan bernenek moyang kepada Israil yaitu kepada Raja Thalut (Saul) dari putranya Armea (Armiya). Ditulis pula bahwa Nebukadnezar telah membuang bangsa Bani Israil ini ke kawasan pegunungan di Ghaur, Ghazni, Kabul, Khandar (Khandahar), dan Koh Firoz.
 
Kesaksian sejarah dari para Peneliti Sejarah lain :
 
Rabi Ben Yamin dari Toledo (Spanyol) yang pada abad ke-12 melakukan ekspedisi pencarian suku-suku Israil yang hilang, dia menjelaskan bahwa orang-orang Yahudi telah menetap di Cina,lran, dan Tibet.
 
Josephus yang menulis sejarah kuno orang Yahudi pada tahun 93 Masehi, di dalam jilid 11 bukunya menjelaskan tentang kaum Yahudi yang kembali dari penawanan bersama Nabi Ezra. Dia menjelaskan bahwa 10 suku sampai saat ini berdiam di seberang timur sungai Euphrat (Persia), dan jumlah mereka sangat banyak. Santo Jerome yang hidup pada abad ke 5 Masehi menjelaskan bahwa pada zaman Nabi Hosea 10 suku bani Israil masih berada sebagai tawanan Raja Pathryia.
 
Count Juan Steram menulis bahwa orang-orang Afghan mengaku bahwa Nebukadnezar membuang mereka ke kawasan Ghaur (Afghanistan) setelah kejatuhan Yerusalem.
 
Dalam buku Histrory of Afganistan oleh L.P. Ferrier yang diterjemahkan oleh Capt. W.M. Jasse, terbitan London 1858. Tertulis sebuah riwayat bahwa tatkala Nadir Syah tiba di Peshawar untuk menaklukan Hindustan, maka para tokoh suku Yusuf Zai mempersembahkan kepadanya sebuah Bibel yang bertuliskan bahasa Ibrani dan juga beberapa barang perabotan dari suku mereka yang dipergunakan untuk menjalankan ritual agama kuno mereka. Ikut dalam perkemahan Nadir Syah beberapa orang Yahudi, manakala Nadir Syah memperlihatkan barang-barang tersebut kepada orang Yahudi maka seketika itu pula mereka mengenali barang-barang tersebut sebagai barang­barang orang Yahudi.
 
Singkatnya fakta dari Kitab-kitab sejarah, arkeologi, dan anthropologi telah membuktikan dengan terang benderang bahwa bangsa-bangsa yang menempati kawasan negeri Afghanistan adalah berasal dari bani Israil, bahkan orang Afghan sendiri mengakui bahwa mereka ada Bene (Bani) Israil.
 
Suku-suku Bani Israil di Afghanistan saat ini telah memeluk agama Islam, namun mereka menganggap diri mereka sebagai bani Israil (keturunan Israil) dari anak keturunan Kish, keturunan Raja Saul.
 
Beberapa Tradisi Bangsa Pathan yang sama dengan tradisi Israil seperti menyunat anak usia 8 hari, berpakaian model Tizzit, menyalakan lilin pada jum'at malam, bangsa pria pasthun bertradisi menikahi janda kakak ipar yang belum memiliki anak (sama seperti Israil- ulangan 25: 5-6).
 
C. Bangsa Kasymir (India Utara)
 
Kashmir terletak di India Utara dan Barat Nepal. Meski demikian penampilan fisik mereka berbeda dengan orang India pada umumnya. Orang Kashmir pun mengnggap diri mereka sebagai Bene Israil (keturunan Israil). Daerah-daerah di Kashmir pun dinamakan sama dan mirip dengan daerah-daerah di tanah air mereka di Israil.

 


Nama tempat-tempat di Kasymir
Nama tempat-tempat di Israil
Kabul
Kabul
Punisia
Punch
Zaidan
Zaida
Himas
Hamasy
Golgota
Gilget
Tibet
Tibet
Lasya
Lhasa
Laddha
Leddha
Syur
Suret
Sihi
Skit

Bahkan kata Kasymir itu sendiri berasal dari "ka (mirip) seir" dimana Seir adalah salah satu kota di Israil. Ingat juga dalam Injil dikatakan bahwa Musa muncul dari Tursina dan Isa muncul dari Seir. Orang Ksymir menghormati hari sabath, menyunat anak pada usia 8 bulan, dan merayakan beberapa hari raya Israil.
 
Dr. Bernier dalam bukunya Travel in The Moghul Empire menulis :

"Yakni, tidak diragukan lagi bahwa orang-orang Kashmir adalah Bani Israil. Dan pakaian mereka, wajah mereka, serta beberapa tradisi mereka secara telak menyatakan bahwa mereka berasal dari rumpun keluarga Bani Israil".
 
Dalam buku Dictionary of Geography oleh A.K. Johnston, pada halaman 250, tentang kata Kashimiri tertulis : "Penduduknya berpostur tinggi, kekar, gagah. Dan kaum wanitanya manis, cantik, berhidung bengkok, rupa dan penampilan mereka betul-betul menyerupai orang-orang Yahudi (Tidak menyerupai bahwa Hindustan pada umumnya).
 
Peneliti Francis Burnear menulis dalam jurnal perjalanannya : "Setelah turun naik mendaki pegunungan Pire Panjale dan menginjak daerah Kashmir, yang teristimewa mengagetkan saya ialah persamaan penduduk negeri itu dengan orang Yahudi?.."
 
Sir Walter Lawrence 1895. p. 315 dalam buku The Valley of Kashmir menulis :
"Kebanyakan roman muka mereka sebagai Ibrani".

 
Orang Kashmir gemar sekali kepada nama-nama yang ada hubungannya dengan Palestina. Misalnya Musachail (Partai Musa), Tachte Sulaiman (Kerajaan Sulaiman), Yusuf Zei (kerabat Yusuf), dll.
 
D. Bangsa Shin Lung (Bene Menashe)
 
Bangsa ini menempati perbatasan India dan Myanmar. Memiliki tradisi penyembelihan hewan korban seperti suku-suku Israil kuno dan menyebut diri sebagai bene Menashe. Memiliki cerita turun temurun bahwa nenek moyang mereka berasal dari negeri di barat yang kemudian bermigrasi ke timur jauh dan berasimilisai dengan suku bangsa Cina. Mereka yakin bahwa mereka bukan orang Cina. Mereka menyebut diri sebagai Lusi (10 suku). Tradisi Menashe adalah : sunat, upacara pemberkatan anak pada usia 8 hari, hari keagamaan yang mirip Yahudi, pernikahan ipar, menyebut Tuhan mereka dengan Y'wa (asal dari Yehuwa ? sebutan Tuhan bagi Israil), disetiap kampung ada Imam yg namanya pasti Harun (Aaron - Imam pertama bangsa Israil), memiliki puisi yang berkisah tentang penyeberangan laut (Musa a.s.).
 
E. Chiang Min (Cina)
 
Bangsa ini percaya nenek moyang mereka berasal dari Barat, hanya punya satu Tuhan yang mereka sebut Yawei (Yehuwa). Para Imam harus pria yang sudah menikah (Im 21: 7,13), dan diwariskan secara turunan (seperti tradisi Yahudi).
 
Para Imam menggunakan jubah putih dan bersurban. Mezbah dibuat dari batu yang tidak dipotong dengan alat logam  (Kel 20 : 25), dan tidak boleh didekati oleh orang asing atau orang cacat (Im 21:17-23). Para Imam menggunakan tali pengikat jubah dan tongkat kayu. Dalam upacara-upacara mereka mengibarkan 12 bendera sebagai lambang Ayah yang memiliki 12 anak (suku), wanitanya mengenakan kerudung, dan berlaku juga pernikahan ipar.

Al Masih Nabi yang Mengembara

 
Demikianlah bahwa ke 10 suku Israil yang hilang telah bermigrasi berabad-abad lamanya ke negeri-negeri di timur, dan meskipun telah berasimilasi dengan suku, budaya, adat, dan agama setempat namun jejak fisik tubuh, budaya, dan agama Israil masih bisa ditemukan.
 
Kepada merekalah Nabi Isa (Yesus) a.s. meninggalkan negeri Yerusalem, untuk memberikan petunjuk kepada domba-domba Israil yg hilang, dan memenuhi tugas kerasulan beliau. Berjalan dari Barat ke Timur, melintasi negeri-negeri.
 
Dalam Kitab Hadis Kanzul Ummal tertera diriwayatkan oleh Hz. Abu Hurairah :

"Allah telah mewahyukan kepada Nabi Isa a.s. : "Wahai Isa, berpindah-pindahlah engkau dari satu tempat ke tempat lain, supaya jangan ada yang mengenali engkau lalu menyiksamu".
 
Diriwayatkan oleh Jabar :
Nabi Isa a.s. senantiasa mengembara dari satu negeri ke negeri lain. Dan disuatu tempat bila malam tiba, beliau memakan beberapa tumbuhan hutan, serta meminum air bersih".
 
Diriwayatkan oleh Abdullah ibn Umar r.a. :
"Yang paling dicintai oleh Allah adalah orang-orang yang gharib (miskin)". Ditanyakan kepada beliau (saw) apakah gharib itu? Apakah orang-orang seperti Nabi Isa a.s. yang melarikan diri dari negerinya dengan membawalman?
 
Gelar Al Masih sendiri artinya adalah :
Dia yang melakukan pengembaraan di negeri­negeri dan bagian-bagian dunia (Murthada Az Zabidi, Tajul 'Uruus Jld II).

Dia yang banyak melakukan perjalanan di muka bumi dalam rangka penghambaan kepada Allah dan tidak berdomisili di satu tempat saja (Muhammad bin Ahmad al Qurthubi).

Napak Tilas Perjalanan Suci Isa a.s. (Yesus)

 
Seperti yang telah saya jelaskan bahwa setelah sembuh dan bangkit dari pingsannya beliau pergi ke Emmaus untuk menemui murid-muridnya, lalu menuju laut Tiberias (Yahya 21:1). Dari Tiberias beliau pergi menuju Damascus. Namun karena merasa tidak aman dari kejaran Paulus atas perintah Ulama tinggi Yahudi (Kisah 9:2) maka beliau pergi menuju Nasibain (Nasibis) di Siria. Turut serta dalam perjalanan adalah Ibunda beliau Maria, lalu murid-murid beliau yaitu Maria Magdalena dan Thomas (Didimus atau Ba'bad - yang kelak mengurus pemakaman Nabi Isa a.s.). Thomas sendiri wafat di India (kota Madras).
 
Dalam Kitab sejarah Raudhatush Shafa dikisahkan bahwa Nabi Isa a.s. pergi menuju Nasibain (Nisibis) untuk bertabligh, dan akhirnya Raja Nasibain berserta lasykarnya beriman kepada beliau a.s.
 
Dari Nisibis, beliau melanjutkan pengembaraan beliau melintasi wilayah Babylon (Irak), sungai Euphrat terus menuju Persia. Dalam sejarah ada sebuah surat yang terkenal yang disebut "Creed of Eusebeus" yang diterjemahkan oleh Heinmer pada tahun 1650. Surat itu beirisi undangan Raja Abgerus kepada nabi Isa a.s. ke Istananya dari seberang sungai Euphrat. Hal ini membuktikan bahwa beliau melintasi sungai Euphrat menuju Persia.
 
Semoga pembaca dikaruniai keterbukaan fikiran untuk melihat fakta-fakta sejarah ini, bahwa Nabi Isa a.s. (Yesus) tidak pergi meninggalkan bumi melainkan pergi menuju negeri-negeri Timur untuk bertabligh kepada suku-suku Israil yg hilang. Dalam injil yang empat itu hanya Lukas dan Markus yg menceritakan kenaikan Isa ke langit, dan hal itupun saat ini kian diragukan keotentikannya oleh para sarjana Kristen. Banyak yang mengatakan bahwa perihal naiknya Yesus ke langit adalah tambahan yg dilakukan oleh Erestinc di kemudian hari.
 
Dalam buku Strans, Life of Jesus pada ha1.750 tertulis :

"..ini benar, Al Masih tidak mati di atas kayu salib, karena dia hanya tinggal sebentar saja diatas kayu salib itu. Darah yang keluar dari tubuhnya itu menunjukkan keraguan atas kematiannya".

 
Nabi Isa a.s. melakukan perjalanan tabligh beliau melintasi Media (Persia) lalu memasuki wilayah Afghanistan dimana beliau banyak menemui suku-suku Israil yang hilang. Selepas Afghanistan beliau melanjutkan perjalanan beliau memasuki Taxila (Hindustan Utara-Pakistan) dan bertemu Raja Gondhapares sekitar tahun 60 M (Acta Thomae, Ante Nicene Christian Library , Vol XX, 46), dari Taxila beliau menuju kota Murree, di kota inilah ibunda beliau Hz. Siti Maryam wafat dan dikuburkan. Orang­orang kota itu menyebut pusara Hz. Siti Maryam dengan nama Mai Mara da Asthan yang artinya tempat istirahat Ibuda Maryam.
 
Dari kota Murree Nabi Yesus a.s. (Isa) melanjutkan perjalanan menuju kota yang dikenal saat ini dengan nama Aish Muqam (Aish berasal dari kata Isa) yang terletak 70 Km dari Srinagar. Selanjutnya beliau singgah di Srinagar Kashmir dan menetap di sana dan berkeluarga, sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur'an Surat Ar-Ra'ad ayat 38 :

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan".Beliau hidup di Srinagar Kashmir hingga akhir hayat beliau.
 
Sampainya Nabi Isa (Yesus) a.s. ke negeri Kashmir terdapat dalam buku "The Heavenly high snow peak of Kashmir" yang dimuat dalam "Asia Magazine" pada bulan Oktober 1930, ditulis bahwa Al Masih pasti pernah datang ke negeri ini, dan dia tidak mati di atas kayu salib. Kemudian dengan tegas ditunjukkannya pula kuburan Al Masih".
 
Dalam kitab Ikmaluddin yang ditulis lebih dari 10 abad yang lalu oleh Sheikh Al Said us Sadiq (wafat pada tahun 962 M di Khorasan) pada halaman 359 tertulis :

"Nabi Yus Asaf (Yesus) te(ah banyak mengunjungi berbagai negeri, hingga ia sampai di negeri ini, yang namanya Kashmir. la tetap tinggal di sini, hingga ia wafat. la telah meninggalkan tubuh kasarnya, dan ruh nya berangkat kepada Nur. Sebelum ia wafat, ia telah
memanggil seorang muridnya bernama yabid (Thomas), yang selalu mengkhidmati dan mengikut padanya. la berwasiat kepadanya begini: "Saya hampir akan meninggalkan dunia ini, dan saya akan diangkat ke alam baqa. Jagalah apa-apa kewajibanmu, jangan tergelincir daripada hak, dan kerjakan ibadah. la suruh muridnya itu membuat sebuah rumah-rumahan di atas kuburnya. Sesudah berkata itu, lalu ia berbaring, kepalanya ke arah Maghrib (barat) dan mukanya ke Masyrik (timur), kemudian barulah nafasnya yang penghabisan dihembuskan".
Bukti lain dari keberadaan Isa di negeri Hindustan adalah ada pada kitab kuno berbahasa sansekerta yang berjudul Bhavishya Maha Purana yg ditulis oleh Sutta pada tahun 115 Masehi. Dalam Kitab ini diabadikan pertemuan antara Raja Shalewahin dengan Nabi Isa di Wien (Srinagar Utara). Dikisahkan:

"Di negeri itu ia (Shalewahin) menampakkan di Wien seorang raja saka, yang berku
lit putih dan memakai baju putih. Dia (Shalewahin) bertanya siapakah ia. Jawabnya ialah bahwa ia Yusashaphat (Yus Asaf), dan dilahirkan oleh seorang dara, dan ia berkata bahwa ia mengatakan yang sebenarnya dan ia berkewajiban membersihkan agama. Raja itu bertanya apakah agamanya. la menjawab : "Wahai Raja, kalau kebenaran telah lenyap dan tak ada pembatas di negeri Maleech, saya muncul di sana, dan karena pekerjaan saya maka yang bersalah dan jahat menderita, dan saya juga menderita karena tangan mereka". Raja itu bertanya lagi apa agamanya". la menjawab, " Agamaku untuk menimbulkan cinta, kebenaran, dan kesucian dalam hati dan karena itu saya disebut Isa Masih". Raja itu pergi setelah memberikan penghormatan kepadanya?."
(Ha1.282, Parwa (Bab) III, Adhyaya II, Salok 9-31, dari terjemahan Inggris oleh Dr. Widyavaridi Shiv Nath Shastri).
Menurut penduduk Kashmir, di Srinagar ada satu kuburan Nabi yang telah beribu tahun lamanya. Kata mereka Nabi itu namanya Yus Asaf, yang datang dari Barat, kira-kira 1900 tahun yg lalu. Kuburan ini terang-terang diakui orang banyak sebagai kuburan Nabi Sahib dan sebagian orang lagi mengatakan Kuburan Isa Sahib (sahib artinya Tuan).
Jadi jelas bahwa Nabi Yus Asaf ini tak lain adalah Yesus. Karena orang Kashmir menyebut orang ini Nabi, sedang kata Nabi adalah berasal dari kata dalam bahasa Arab dan Ibrani, jika Nabi ini orang Hindustan maka dia akan dipanggil dengan Avatar bukan Nabi. Lalu dikatakan Nabi ini datang dari barat dan pada zaman yang sama dengan zaman Isa (Yesus), jadi kalau bukan Yesus siapa lagi? Karena antara Yesus dan Muhammad tidak ada nabi lain. Orang-orang srinagar pun menyebut kuburan ini sebagai kuburan Isa Sahib. Lafaz Yus dan Yesu adalah hampir sama bahkan tidak bisa dibedakan, sedang Asaf adalah nama beliau dalam injil yang artinya "pengumpul" atau "penghimpun". Kemudian Yus Asaf meninggalkan kitab yang bernama Busyra (khabar suka), jelas sama dengan Kitab Injil yang artinya juga khabar suka. Prof. Dr. Hassnain (Arkeolog dan ahli sejarah India) dan juga Sir Francis Younghusband mengatakan bahwa Nabi Yus Asaf ini mengajarkan dengan tamsil-tamsil (perlambang-perlambang) seperti yang ada dalam Injil (Isa/Yesus).
Demikianlah Nabi Yesus (Isa, Yus Asaf) a.s. menunaikan kewajiban beliau, menunaikan amanat risalah beliau a.s.. Diselamatkan oleh Allah SWT, dipanjang kan usia beliau a.s. (120 tahun), dan beliau berjalan jauh melintasi beragam negeri dari barat ke timur untuk menghimpun dombadomba Israil yg hilang. Beliau wafat dalam kemenangan, diangkat oleh Allah derajat beliau, dibersihkan nama beliau dari tuduhan terkutuk orang Israil, dibersihkan nama beliau dari itikad musyrik umat Nasrani, dan dbersihkan nama beliau dari pemaham syirik sebagai manusia yang hidup di langit.
"Dan telah Kami jadikan (Isa) putera Maryam beserta ibunya suatu bukti yang nyata bagi (kekuasaan Kami), dan Kami melindungi mereka di suatu tanah tinggi yang datar yang banyak terdapat padang-padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir" (Al Mukminun : 50).
Di kawasan pegunungan dan lembah Srinagar Kasmir yang hijau, subur, dan banyak terdapat sumber-sumber air. Allah telah menempatkan Isa bersama ibunya dan melindungi mereka hingga akhir hayat, ditengah-tengah kaum yang menerima mereka. Allahu Akbar! Tiada Tuhan selain Allah. Yang Maha Kuasa lagi Maha Melindungi.
Al Qur'an mengenai telah wafatnya Isa (Yesus) a.s.

 
A. Al Maidah 117
 
Dalam surah 5 : 117 ayat berbunyi :

"Aku (Isa a.s.) tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu : "Sembah
lah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu", dan adalah aku (Isa a.s.) menjadi SAKSI terhadap mereka, selama aku berada diantara mereka. Maka setelah Engkau WAFATKAN aku, Engkaulah yang MENGAWASI mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan segala sesuatu".
 
Ayat ini menjadi bukti bahwa semasa hidupnya beliau ( Nabi Isa a.s.) selalu mengajarkan tauhid, dan beliau menjadi saksi dan pengawas akan tegaknya tauhid diantara pengikut beliau. Namun manakala beliau telah wafat maka atas segala penyimpangan yang dilakukan oleh umatnya bukanlah lagi menjadi tanggung jawab beliau a.s. Dan beliau menyerahkan hal itu kepada Allah yang Maha Menyaksikan.
 
Jadi, jika beliau a.s. saat ini masih hidup disuatu tempat sedang didunia meraja lela aqidah trinitas maka tidak ada yang lebih patut dipersalahkan selain Isa a.s., karena beliau telah berjanji bahwa selama hidup beliau maka beliau akan menjadi saksi dan penjaga atas umatnya untuk tetap mengikuti tauhid.
 
Jadi dengan menyimpangnya umat beliau dari ketauhidan itu sendiri sudah menjadi bukti bahwa beliau telah wafat, karena beliau tidaklah lagi menjadi saksi dan penjaga atas mereka. Dan beliau suci dari timbulnya aqidah trinitas.
 
Tafsir surah Al Maidah 117 ini ada dalam hadis yang diriwayatkan Ibn Abas r.a.:

"Rasulullah saw bersabda di hari kiamat kelak, bakal ada beberapa orang yang akan ditarik ke api neraka, maka aku (Muhammad saw) akan berkata, mereka adalah sahabat-sahabatku, di waktu itu aku mendapat jawaban, "Engkau tidak mengetahui apakah yang telah mereka buat setelah engkau mati, lalu aku akan berkata seperti hamba Allah yang saleh (Isa ibn Maryam) itu berkata : "dan ada(ah saya menjadi saksi atas mereka selama saya hidup bersama mereka, maka manakala Engkau matikan saya, adalah Engkau menjaga mereka".
 
Jadi atas dasar Tafsir surah 5 : 117 menyangkut Isa a.s. dalam Hadis Bukhari Kitabut Tafsir. Bahwa sebagaimana Muhammad saw telah wafat dan tidak lagi menjadi saksi/penjaga atas umatnya. Maka demikian pula Isa a.s. telah wafat dan tidak lagi mejadi saksi/penjaga atas umatnya.
 
Sebagai tambahan. Dalam Kitab Hadis Kanzul Umal Jld XI hal 479. Fatimah r.a. menerangkan Rasulullah saw bersabda :
"Sesungguhnya Isa ibnu Maryam usianya 120 tahun".

 
B. Ali Imran 55
 
"Ingat(ah ketika Allah berfirman: Hai Isa, sesungguhnya Aku akan mematikan engkau dan akan meninggikan engkau di sisi Ku dan akan membersihkan engkau dari kaum yang ingkar?'
 
Perlu diperhatikan kronologis ayat ini :
 
1. Dimatikan/ diwafatkan
2. Ditinggikan / diangkat
3. Dibersihkan
 
Kronologis ayat ini tidak boleh dibolak-balik.
 
Umat Nasrani mengatakan bahwa Isa diangkat ke langit, namun sebelumnya Isa wafat di kayu salib lalu hidup lagi. Itikad Nasrani ini salah, karena pada ayat ini tidak dikatakan bahwa sebelum beliau diangkat beliau hidup lagi. Lagi pula Yesus tidak wafat di tiang salib melainkan hanya mati suri alias pingsan saja.
 
Sementara itu kebanyakan umat Islam percaya bahwa beliau kini diangkat dan hidup di langit bersama jasad kasarnya, kalo begitu yang sekarang ada di langit adalah jenazah Nabilsa, karena berdasarkan ayat di atas beliau di wafatkan dulu baru diangkat. Kalau anda mengatakan bahwa yang di angkat itu Isa yang hidup maka konsekuensinya anda harus berani menghapus poin 1 dari ayat di atas, anda sanggup menghapus (mengkoreksi) Firman Allah?
 
Kemudian dalam ayat itu tidak ada kata langit, jadi dari mana asalnya pemahaman bahwa Isa a.s. naik ke langit? Apakah surga ada di langit? Apakah Allah ada di langit? Dalam Tafsir Al Azhar Hamka menulis bahwa ajaran ini adalah ajaran Nasrani yang disusupkan ke dalam Islam.
 
Jadi Allah Ta'ala telah mewafatkan Isa a.s. secara wajar (alami), dan kemudian Allah meninggikan (mengangkat) derajat beliau (bukan jasmani). Lihat penggunaan kata Rafa pada surah 7:174, 12:76, 24:36, dan 58:11. Seluruhnya menunjukan kepada makna ruhani (derajat) dan bukan jasmaniyah. Haji Zainudin Hamidy dan Fakhruddin dalam terjemahan Qur'annya pun (terbitan CV. Jayamurni-Jakarta) mengartikan dengan "dimuliakari'. Inilah juga makna Rofa'ahu yang ada dalam An Nisaa 158, yaitu beliau diangkat, dan dimuliakan derajat beliau a.s. dan bukan terbang jasmaninya.
 
C. Maryam 31
 
"....Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) Zakat selama aku hidup".
 
Nabi adalah suri tauladan, segala amal ibadah yang diperintah Tuhan pasti akan dijalankan dan demi tarbiyah umat maka dia akan memeragakannya sebagai suri tauladan untuk umatnya, tentunya selama nabi itu masih hidup. Jadi adakah seseorang yang bisa melihat Nabi Isa masih membayar Zakat? Atau masih menerima Zakat darinya?
 
D. Ali Imran 81
 
" Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: "Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh­sungguh beriman kepadanya dan menolongnya". Allah berfirman: "Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?" Mereka menjawab: "Kami mengakui". Allah berfirman: "Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu".
 
Dr. Haji Abdulkarim Amarullah menulis dalam bukunya (Al Qaulush Shahih) :
"Pemandangan ayat ini, katanya, Annabiyyina, yang berarti segala nabi-nabi, nyata benar meliputi Adam sampai kepada Isa sama sekali berjanji kepada Tuhan, akan mengikuti Muhammad dan akan percaya serta menolong dia"
 
Doktor itu juga menulis :
"Bacalah hadis Ibnu Abbas yg diriwayatkan oleh Bukhari yang sama maksudnya dengan firman Tuhan yang tersebut pada fasal yang pertama surat Ali Imran ayat 80 tadi :

"Tidaklah membangkitkan (mengutus) Allah akan seorang Nabi juapun melainkan mengambi( Allah atasnya akan perjanjian teguh demi sesungguhnya jika dibangkitkan Muhammad sedang Nabi yang lain itu masih hidup, bahwa mestilah ia iman dengan Muhammad dan menolong akan dia pada menjalankan agamanya Muhammad".
 
"Jadi apa sebabnya sudah lebih dari 1300 tahun Isa belum juga bangkit menolong Muhammad kalau sebenar-benarnya ia masih hidup? Mustahil Nabi Isa tidak menepati janji dengan Tuhan dalam masa yang selama itu. Dan mustahil juga ia lalai dari pada kewajibannya di dalam sedikit masa pun apalah lagi lebih dari 1300 tahun!" Demikianlah tulisan ayahanda Prof. Hamka. Jadi memang Isa (Yesus) a.s. telah wafat.
 
E. Al Maidah 75
 
"Al Masih ibn Maryam tidak lain melainkan seorang rasul, sesungguhnya telah lalu (Qad Khalat) rasul-rasul (semua) sebelumnya?"
 
Kita semua sepakat bahwa sebelum Isa a.s. telah wafat semua rasul sebelum beliau. Sekarang mari kita menuju ayat lain yang semakna.
 
" Dan Muhammad tidak lain melainkan seorang rasul, sesungguhnya telah berlalu (Qad khalat) rasul-rasul (semua) sebelumnya" (Ali Imran 144).
 
Berarti kita juga sepakat bahwa sebelum rasulullah saw diutus maka telah wafat seluruh rasul-rasul sebelumnya.
 
Perlu difahami bahwa arti Qad Khalat tiada lain adalah wafat/mati. Silahkan juga baca Tafsir Al Furqan oleh A. Hassan, Guru Persatuan Islam dalam tafsir Al Ahqaf 17. Sedang H. Zainudin Hamidi dkk mengartikan dalam terjemahan Qur'an-nya sebagai "yang telah lewat dengan tiada kembali lagi".
 
Ayat Ali Imran 144 inilah yg dibacakan oleh Hz. Abu Bakar r.a. pada saat wafatnya Rasulullah saw untuk meyakinkan Umar bahwa sebagaimana rasul rasul yang dahulu pun telah wafat maka hal demikian juga yang terjadi pada diri Rasulullah saw. Tentunya jika Nabi Isa a.s. masih hidup seperti yg diyakini umat Islam kebanyakan saat ini, tentunya akan ada perdebatan sengit antara Umar .r.a. dan para sahabat yang sedang berduka dengan Hz. AbuBakar r.a. Tetapi kenyataannya Hz. Umar tidak membantah.

Injil mengenai wafatnya Yesus

 
a. Matius 23:39
 
"Yesus bersabda : "Karena aku berkata kepadamu, bahwa daripada masa ini tiada lagi kamu melihat aku, sehingga kamu berkata : Mubaraklah ia yang akan datang dengan nama Tuhan".
 
Dari ayat injil di atas jelaslah bahwa dunia tidak akan melihat Isa ibnu Maryam (Yesus) lagi, dan Yesus tidak memberi khabar akan kedatangan ke dua kali ke dunia. Artinya beliau akan wafat dan ruh nya pergi menuju Bapa (Allah) dan tiada kembali lagi.
 
Dalam ayat Matius 23:39 di atas terdapat nubuatan menganai kedatangan seorang nabi setelah wafatnya Isa/Yesus, yang mana ciri dari nabi itu adalah datang dengan nama Tuhan. Mari kita hubungkan Matius 23:39 ini dengan Kitab ulangan 18: 17-22, yang antara lain disebutkan :

"Segala firman-Ku yang akan dikatakan olehnya dengan nama­Ku".
 
Siapakah Nabi yang akan datang setelah Isa wafat ini? Yang dalam kedatangannya dan firman-firmannya disebut dengan nama Tuhan? Dialah Muhammad saw, yang mana di dalam kitab yang diturunkan kepadanya selalu diawali : "Dengan nama Allah yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih" dalam setiap surah-surahnya.
 
Namun tahukah anda bagaimana umat Kristiani menolak Muhammad saw? Karena mereka bertanya kepada kaum muslim: "Apakah Isa telah wafat?".
Umat Islam menjawab : "Tidak, beliau masih hidup".
Umat Kristiani menjawab lagi : "Kalau begitu Muhammad adalah Nabi Palsu". "Kenapa? Apa dasarnya?" Tanya kaum Muslim.
Umat Nasrani menjawab : "Karena dalam Matius 23:39 dikatakan bahwa syarat Nabi itu datang adalah manakala Isa telah wafat, jadi kami tidak salah. Apalagi setelah kami konfirmasikan kepada umat Islam mereka sendiri juga mengakui bahwa Isa belum wafat, sama dan sependirian dengan kami yang percaya juga Isa belum wafat. Jadi belum saatnya Nabi itu datang".
 
Jadi untuk mematahkan salib ini adalah tiada lain selain mengimani dan membuktikan bahwa Isa (Yesus) telah wafat secara wajar.
 
b. Kitab Kejadian 6:3
 
"Firman Tuhan : " Bahwa roh ku tiada akan berbantah-bantah selama-lamanya dengan manusia, karena hawa nafsu jua adanya, melainkan tinggal lagi panjang umurnya 120 tahun".
 
Dalam Kitab Hadis Kanzul Umal Jilid XI hal 479. Fatimah r.a. menerangkan Rasulullah saw bersabda :

"Sesungguhnya Isa ibnu Maryam usianya 120 tahun".
 
Jadi beliau tidak wafat dalam usia 33 tahun, tidak juga dalam usia 2000 tahun lebih, melainkan beliau wafat pada usia 120 tahun.

 
- oOo-




Tidak ada komentar: