Jumat, 27 April 2012

Kitab-kitab Perjanjian Lama


Perjanjian Lama  merupakan  kumpulan  fasal-fasal  yang
panjangnya   tidak   sama  dan  isinya  bermacam-macam,
ditulis selama lebih dari sembilan abad dalam  beberapa
bahasa  dan  dimulai  dengan tradisi lisan. Fasal-fasal
itu banyak yang telah dikoreksi dan dilengkapkan sesuai
dengan   kejadian-kejadian   atau   kebutuhan-kebutuhan
tertentu,  pada  waktu-waktu  yang  berjauhan  jaraknya
antara satu dengan lainnya.
 
Sangat   boleh  jadi  bahwa  munculnya  literatur  yang
melimpah ini terjadi pada permulaan monarki Yahudi pada
abad   XI  SM,  yaitu  pada  waktu  timbulnya  kelompok
pegawai-pegawai       Raja        yang        merupakan
sekretaris-sekretaris,  yakni  orang-orang  pandai yang
pekerjaannya tidak terbatas dalam sekedar menulis. Dari
zaman   itulah  bermula  tulisan-tulisan  parsial  yang
tersebut   dalam   fasal-fasal   sebelum   ini,   yakni
tulisan-tulisan yang penting untuk ditetapkan waktunya,
seperti  nyanyian-nyanyian  yang  tersebut   di   atas,
kata-kata  yang  diucapkan  oleh  nabi  Ya'kub dan nabi
Dawud, Sepuluh Perintah dan lebih umum  lagi  teks-teks
legislatif  yang  membentuk  tradisi  keagamaan sebelum
tersusunnya undang-undang. Teks-teks tersebut merupakan
bagian-bagian    yang    terpisah   disana-sini   dalam
bagian-bagian Perjanjian Lama.
 
Kemudian kira-kira abad X SM tersusunlah teks "Yahwist"
dari  Pentateuque  (Torat)  yang  merupakan  lima fasal
pertama.  Kemudian  orang   menambahkan   kepada   teks
tersebut,  bagian-bagian yang dinamakan "versi Elohist"
dan  versi  "Sakerdotal".2  Teks  Yahwist  membicarakan
periode  permulaan  alam  sampai  matinya  Yakob.  Teks
tersebut berasal dari Kerajaan Selatan (Israel Selatan)
atau Yuda.
 
Pada  akhir abad IX dan pertengahan abad VIII SM, dalam
Kerajaan Yahudi Utara (Israil)3 telah tersiar  pengaruh
Elia  dan  Elisa; yakni dua orang nabi yang kita jumpai
tulisannya dalam Perjanjian Lama. Periode teks  Elohist
lebih   singkat  daripada  teks  Yahwist;  karena  teks
Elohist hanya  menceritakan  kejadian-kejadian  tentang
Abraham  (Ibrahim),  Yacob  (Ya'kub) dan Yosef (Yusuf).
Kitab (fasal) Yusak dan Hakim-hakim  juga  berasal  dan
zaman ini.
 
Abad  VIII SM adalah abad nabi-nabi penulis, yaitu Amos
dan Hosea di  Israil(Kerajaan  Utara)  dan  Isaiah  dan
Mikah dalam Kerajaan Selatan (Yuda)
 
Pada  tahun  721  SM  Kerajaan Samaria mencaplok negara
Israil, dan dengan begitu maka Kerajaan Yuda  mengambil
alih  warisan  keagamaan.  Kumpulan peribahasa tersusun
pada periode ini dan menunjukkan campuran  antara  teks
Yahwist  dan  Elohist.  Dengan begitu tersusunlah kitab
Taurah. Penyusunan Kitab  Ulangan  juga  terjadi  dalam
periode ini.
 
Pemerintahan Yosias dalam pertengahan kedua abad VII SM
bersamaan dengan permulaan  zaman  nabi  Jeremia,  akan
tetapi   karangan   Jeremia  ini  baru  berbentuk  yang
definitif satu abad kemudian.
 
Kenabian- Zefanya, Nahum dan  Habakuk  terjadi  sebelum
orang  Israil  dideportasi (diasingkan) ke Babylon pada
takun 598 SM, yakni karena Babylon menang atas  Samaria
yang mencaplok Israil pada tahun 721 SM. Pada waktu itu
Nabi Yehezkiel sudah menyelesaikan  tugas  kenabiannya.
Deportasi  kedua  terjadi  ketika  Yerusalem jatuh pada
tahun 587 SM, dan pengasingan  itu  baru  selesai  pada
tahun 538 SM.
 
Kitab (fasal) Yehezkiel, seorang nabi Yahudi yang besar
pada  zaman  pengasingan  ke  Babylon  baru   dibukukan
setelah  ia  meninggal.  Para  penulis  fasal Yehezkiel
tersebut juga menulis versi sakerdotal  mengenai  Kitab
Kejadian,  yakni  mengenai  periode  dari  waktu  Dunia
diciptakan oleh Tuhan  sampai  matinya  Ya'kub.  Dengan
begitu  maka  di  antara  teks Yahwist dan teks Elohist
telah diselipkan teks  ketiga  yang  perbedaan  umurnya
adalah  empat dan dua abad lebih dahulu. Pada waktu itu
sudah   terdapat   kitab   "Nudub"   (tangisan)    atau
Lamentation.
 
Karena  perintah  raja  Persia,  Cyrus yang mengalahkan
Babylonia, pengasingan ke Babylon diakhiri  pada  tahun
538  SM.  Orang-orang  Yahudi  kembali ke Palestina dan
mendirikan lagi tempel mereka di kota itu. Nampak  pula
nabi-nabi  baru  dan  kitab  (fasal) baru seperti kitab
(fasal) Hagai, Zakarya, Israil,  Maleachi,  Daniel  dan
Baruch.
 
Setelah  Bani Israil diasingkan ke Babylon terkumpullah
fasal-fasal  dalam  perjanjian  lama  sebagai  berikut:
Amstal  Sulaiman (Proverbs) kurang lebih pada tahun 480
SM, fasal Ayub pada pertengahan abad V  SM,  al  Khatib
(Ecelesiaste atau chronick), pada abad III SM bersamaan
dengan nyanyian (song of Salomon),  dua  fasal  Berita,
fasal   Esdras,   fasal   Nehemia;  eclesiastique  atau
seracide  baru  muncul   pada   abad   II   SM,   fasal
kebijaksanaan  Sulaiman,  dua  fasal  Maccabees ditulis
pada abad I SM, fasal Ruth Esther,  Yunus;  Tobias  dan
Yudit  adalah sukar untuk dipastikan abad penulisannya.
Keterangan-keterangan tersebut masih dapat berubah jika
ada  riset-riset  baru,  oleh  karena  Perjanjian  Lama
seluruhnya baru terkumpul pada abad  I  SM  dan  secara
definitif, baru pada abad I M
 
Dengan  begitu  maka  Perjanjian  Lama  merupakan  satu
monumen literatur bangsa Yahudi, yang terkumpul sedikit
demi    sedikit   sehingga   periode   Agama   Nasrani.
Kitab-kitab   (fasal-fasal)    nya    telah    ditulis,
disempurnakan  dan  ditinjau  kembali antara abad X dan
abad I SM.  Faktor  ini  bukan  sekedar  pendapat  saya
pribadi   akan  tetapi  saya  kutip  dari  Encyclopedia
Universalis, cetakan tahun 1974, jilld III halaman  246
-  253,  ditulis  oleh  S.P  Sandraz  guru  besar  pada
fakultas dominikan di Soulchoir; untuk memahami  apakah
Perjanjian  Lama  itu,  kita  harus  ingat  hasil-hasil
penyelidikan para spesialis yang sangat kompeten.
 
Suatu wahyu telah tercampur dengan tulisan-tulisan itu,
akan  tetapi  pada  waktu  ini  yang  kita miliki hanya
hal-hal yang ditinggalkan oleh orang-orang  yang  telah
merubah  teks  asli  menurut  situasi  dan kondisi yang
dihadapi mereka.
 
Jika kita bandingkan hal-hal obyektif tersebut di  atas
dengan hal-hal yang tersebut dalam mukaddimah atau kata
pengantar bermacam-macam Bibel yang dicetak untuk awam,
kita  rasakan  ada  perbedaan. Dalam kata pengantar itu
tak disebutkan hal-hal yang mengenai  pembukuan  Bibel;
hal-hal   yang   samar-samar  dan  kabur  tidak  diberi
penjelasan sehingga membingungkan pembaca,  dan  banyak
soal-soal  yang  diperkecil  sehingga  memberi gambaran
yang salah. Dengan begitu maka pengantar-pengantar  itu
banyak  yang  merubah  kebenaran.  Banyak kitab (fasal)
yang dirubah beberapa kali; seperti dalam kasus Taurah,
tetapi  dalam  edisi  hanya  diterangkan,  mungkin  ada
perinci-perinci  yang  ditambahkan.  Kadang-kadang  ada
pengarang   yang  mengadakan  diskusi  tentang  sesuatu
bagian yang tidak penting,  akan  tetapi  ia  melupakan
bagian  yang sangat penting dan menolak pembahasan yang
mendalam. Sungguh menyedihkan jika kita melihat hal-hal
yang   tidak  benar  dilakukan  oleh  orang-orang  yang
menyiarkan Bibel untuk awam.

BIBEL, QUR-AN, dan Sains Modern Dr. Maurice Bucaille   Judul Asli: La Bible Le Coran Et La Science Alih bahasa: Prof. Dr. H.M. Rasyidi Penerbit Bulan Bintang, 1979 Kramat Kwitang I/8 Jakarta

Tidak ada komentar: